Kenapa New Avengers Terasa Kurang Dihormati di Dunia MCU?

Kemunculan New Avengers di akhir film Thunderbolts menjadi salah satu kejutan besar dalam perkembangan cerita Marvel Cinematic Universe (MCU). Tim yang sebelumnya dikenal sebagai Thunderbolts tersebut secara mengejutkan diumumkan menggunakan nama New Avengers.

Namun, penggunaan nama besar Avengers ternyata tidak serta-merta membuat kelompok ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di dunia MCU.

Respons publik justru terlihat cukup beragam dan cenderung negatif. Hal tersebut bahkan terlihat dari sejumlah pemberitaan yang muncul pada bagian kredit film, dengan judul seperti “Not My Avengers!”, “B-Vengers”, hingga “The Heroes No One Asked For.”

5 alasan Mengapa New Avengers Gagal Produksi

Lantas, mengapa New Avengers justru terasa kurang mendapatkan penghormatan dari masyarakat MCU?

1. Sam Wilson Keberatan dengan Penggunaan Nama Avengers

Salah satu masalah terbesar muncul dari sosok Sam Wilson, yang saat ini dikenal sebagai Captain America. Dalam adegan setelah film Thunderbolts, Sam secara terang-terangan mempermasalahkan penggunaan nama Avengers oleh kelompok tersebut. Ia bahkan menganggap penggunaan nama itu sebagai bentuk pelanggaran hak cipta.

Posisi Sam tentu memiliki pengaruh besar. Selain menjadi penerus Captain America, ia juga pernah menjadi bagian dari Avengers. Karena itu, ketika seorang tokoh yang memiliki hubungan kuat dengan Avengers justru tidak mengakui New Avengers, publik tentu memiliki alasan untuk mempertanyakan legitimasi kelompok tersebut.

2. Valentina Masih Memiliki Pengaruh

Faktor berikutnya adalah keberadaan Valentina Allegra de Fontaine. Val dikenal sebagai sosok yang penuh intrik dan memiliki reputasi kontroversial. Berbagai tindakannya selama ini membuat dirinya tidak sepenuhnya dipercaya oleh publik maupun sejumlah pihak di pemerintahan.

Dalam Thunderbolts, situasi Val semakin sulit setelah berbagai persoalan yang melibatkan dirinya mulai terbuka. Ia bahkan berada dalam tekanan akibat aktivitas yang dilakukannya. Pengumuman Thunderbolts sebagai New Avengers kemudian dapat dipandang sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan situasi.

Masalahnya, keterlibatan Val justru membuat citra kelompok tersebut semakin rumit. Jika sosok yang berada di balik pembentukan sebuah tim memiliki reputasi buruk, masyarakat tentu akan lebih sulit memberikan kepercayaan.

3. Sebagian Anggotanya Tidak Terlalu Dikenal

New Avengers juga memiliki masalah dari sisi popularitas para anggotanya. Berbeda dengan Avengers generasi sebelumnya yang terdiri dari tokoh-tokoh seperti Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, dan Black Widow, sebagian besar anggota New Avengers belum memiliki tingkat pengenalan yang sama di mata masyarakat MCU. Red Guardian memang pernah memiliki reputasi sebagai sosok penting pada masa Uni Soviet. Namun, kejayaannya sudah berlangsung cukup lama.

Sementara itu, John Walker justru memiliki masa lalu yang cukup kontroversial. Ia pernah menjadi Captain America sebelum akhirnya kehilangan status tersebut setelah melakukan tindakan yang membuat publik mempertanyakan kelayakannya sebagai pahlawan.

Di sisi lain, Bucky Barnes memiliki reputasi yang jauh lebih kuat. Namun, masa lalunya sebagai Winter Soldier tetap dapat menjadi persoalan apabila kembali dibicarakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut membuat New Avengers harus bekerja lebih keras untuk membangun kepercayaan publik.

4. Pengumuman New Avengers Terasa Mendadak

Cara New Avengers diperkenalkan kepada publik juga menjadi persoalan tersendiri. Awalnya, Valentina mengadakan konferensi pers yang berkaitan dengan The Sentry. Namun, situasi kemudian berubah setelah muncul berbagai masalah yang melibatkan Sentry dan Void. Thunderbolts akhirnya harus menghadapi ancaman tersebut dan berada dalam posisi yang sulit.

Pada saat yang sama, Valentina juga menghadapi tekanan dari pihak pemerintahan dan kongres. Dalam kondisi tersebut, pengumuman Thunderbolts sebagai New Avengers terasa seperti keputusan yang dilakukan secara mendadak. Bagi masyarakat MCU, pengumuman tersebut mungkin terlihat bukan sebagai pembentukan tim Avengers yang direncanakan dengan matang, melainkan sebagai langkah untuk mengatasi situasi yang sedang kacau. Hal tersebut tentu dapat menjelaskan mengapa respons publik terhadap New Avengers terlihat skeptis.

5. Sam Wilson Juga Sedang Mempersiapkan Avengers

Alasan lain yang membuat posisi New Avengers semakin rumit adalah keberadaan Sam Wilson. Dalam Captain America: Brave New World, Sam telah menunjukkan keinginannya untuk membentuk kembali Avengers. Artinya, di dunia MCU terdapat dua kelompok yang sama-sama memiliki hubungan dengan nama Avengers. Di satu sisi, ada kelompok yang menggunakan nama New Avengers, yaitu para mantan anggota Thunderbolts.

Di sisi lain, Sam Wilson memiliki rencana untuk membangun kembali Avengers dengan susunan yang berbeda. Situasi tersebut tentu dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Jika ada dua kelompok yang memiliki nama dan tujuan serupa, publik akan mempertanyakan siapa yang benar-benar merupakan penerus Avengers sebelumnya.

New Avengers Masih Harus Membuktikan Diri

Pada akhirnya, rendahnya tingkat penghormatan terhadap New Avengers bukan semata-mata disebabkan oleh kemampuan para anggotanya. Masalah utamanya lebih berkaitan dengan legitimasi, reputasi, cara mereka diperkenalkan, serta hubungan mereka dengan Avengers generasi sebelumnya.

Mereka juga harus berhadapan dengan fakta bahwa sebagian anggota memiliki reputasi kontroversial, sementara sosok yang berada di balik pembentukan tim juga tidak sepenuhnya dipercaya. Meski begitu, New Avengers masih memiliki kesempatan untuk mengubah pandangan publik.

Jika mereka mampu membuktikan diri melalui tindakan nyata dan berhasil menyelesaikan berbagai ancaman besar di dunia MCU, bukan tidak mungkin masyarakat akhirnya mulai mengakui mereka sebagai penerus Avengers. Untuk saat ini, mereka masih harus bekerja keras untuk mendapatkan satu hal yang paling penting bagi sebuah kelompok superhero: kepercayaan publik.

Leave a Comment